Pada awal terbentuknay Desa Mundusewu Kec. Bareng kab Jombang terbukti didalam sejarah /legenda kerajaan Mojopahit yang dipimpin oleh Raja Brawijaya. Desa Mundusewu pada saat itu masih berupa hutan belantara dan hanya ditempati segelintir keluarga saja dan datanglah seorang saudagar yang sangat disegani maka pendudukpun menjadi komunitas yang lebih banyak sehingga tercetuslah untuk membentuk suatu dukungan kecil.
Pada waktu itu masih berupa hutan blantara banyak pepohonan buah berwarna kuning dan bulat yakni buah mundu dan beraneka ragam pepohonan yang ada.
dengan perkembangannya komunitas penduduk yang begitu banyak ada beberapa orang yang akhirnya berminat membuat perkampungan dengan cara membagi pohon untuk di jadikan area perkampungan pada tahun kurang lebh 1928 ada seorang Tokoh yang bernama kek TISNO KROMO menjadi pemimpin di wilayah sebelah selatan yakni dukuhan Jabaran dan Banyurip setra di wilayah utara dan barat yakni dukuhan Mundusewu, Sidowayah, Mindi dan Sumberagung yang di pimpin oleh kek WONGSOSARI.
Pada tahun 1940, di masan penjajahan belanda, bergabunglah dua pemimpin yakni kek TISNO KROMO dan kek WONGSOSARI berunding bagaimana dukuhan-dukuhan untuk di jadikan 1 Desa maka di ambilah suatu kesepakatan enam dukuhan tersebut, di jadikan nama Desa MUNDUSEWU yang di ambl nama tersebut atas dasar jumlah penduduknya yang paling banyak yakni dukuhan Mundusewu, istilah sekarang dusun mundusewu dan pada saat itu di tetapkan lurah yang pertama yaitu Bapak MARLIM.